Rona Banten
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tangerang Raya
    • Serang Raya
    • Cilegon
    • Lebak
      DPR RI Dukung Pelebaran Jalan Serdang-Bojonegara Aspirasi Bupati Ratu Zakiyah

      DPR RI Dukung Pelebaran Jalan Serdang-Bojonegara Aspirasi Bupati Ratu Zakiyah

      Wagub Banten Tekankan Sinergi Ulama-Umara sebagai Wujud Kehadiran Negara dalam Pembangunan

      Wagub Banten Tekankan Sinergi Ulama-Umara sebagai Wujud Kehadiran Negara dalam Pembangunan

      Bunda PAUD Tinawati Andra Soni : Ruang Ramah Anak Turut Bangun  Pendidikan Karakter Usia Dini

      Bunda PAUD Tinawati Andra Soni : Ruang Ramah Anak Turut Bangun  Pendidikan Karakter Usia Dini

      Wagub Dimyati Tegaskan Lebak Jadi Prioritas Pembangunan Banten

      Wagub Dimyati Tegaskan Lebak Jadi Prioritas Pembangunan Banten

      Buka Festival Santri Lebak 2025, Gubernur Andra Soni Tekankan Pemberdayaan SDM dan Sinergi Daerah

      Buka Festival Santri Lebak 2025, Gubernur Andra Soni Tekankan Pemberdayaan SDM dan Sinergi Daerah

      ARENFEST 2025: Petualangan Konservasi Aren Ajak Generasi Muda Lebak Selatan

      ARENFEST 2025: Petualangan Konservasi Aren Ajak Generasi Muda Lebak Selatan

      Trending Tags

      • COVID-19
      • Donald Trump
      • Pandemic
      • Bill Gates
      • Corona Virus
    • Pandeglang
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Advertorial
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sport
PRICING
SUBSCRIBE
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tangerang Raya
    • Serang Raya
    • Cilegon
    • Lebak
      DPR RI Dukung Pelebaran Jalan Serdang-Bojonegara Aspirasi Bupati Ratu Zakiyah

      DPR RI Dukung Pelebaran Jalan Serdang-Bojonegara Aspirasi Bupati Ratu Zakiyah

      Wagub Banten Tekankan Sinergi Ulama-Umara sebagai Wujud Kehadiran Negara dalam Pembangunan

      Wagub Banten Tekankan Sinergi Ulama-Umara sebagai Wujud Kehadiran Negara dalam Pembangunan

      Bunda PAUD Tinawati Andra Soni : Ruang Ramah Anak Turut Bangun  Pendidikan Karakter Usia Dini

      Bunda PAUD Tinawati Andra Soni : Ruang Ramah Anak Turut Bangun  Pendidikan Karakter Usia Dini

      Wagub Dimyati Tegaskan Lebak Jadi Prioritas Pembangunan Banten

      Wagub Dimyati Tegaskan Lebak Jadi Prioritas Pembangunan Banten

      Buka Festival Santri Lebak 2025, Gubernur Andra Soni Tekankan Pemberdayaan SDM dan Sinergi Daerah

      Buka Festival Santri Lebak 2025, Gubernur Andra Soni Tekankan Pemberdayaan SDM dan Sinergi Daerah

      ARENFEST 2025: Petualangan Konservasi Aren Ajak Generasi Muda Lebak Selatan

      ARENFEST 2025: Petualangan Konservasi Aren Ajak Generasi Muda Lebak Selatan

      Trending Tags

      • COVID-19
      • Donald Trump
      • Pandemic
      • Bill Gates
      • Corona Virus
    • Pandeglang
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Advertorial
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sport
No Result
View All Result
Rona Banten
Home Opini

Inisiatif Menghidupkan Peradaban Buku

redaksi by redaksi
Januari 11, 2026
0

Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si.
Dekan FKIP

RELATED POSTS

Muhammad dan Kontra Geopolitik Global

Muhammad Dalam Kesaksian Pemimpin Sezaman

Muhammad Dalam Kesaksian Ahli Kitab

 

Peradaban besar selalu lahir dari tradisi baca dan tulis yang kuat. Sejarah umat manusia membuktikan bahwa ilmu berkembang melalui teks yang diwariskan. Di tengah dunia yang masih diramaikan oleh hasrat ekspansi wilayah, seperti wacana Amerika Serikat mencaplok Greenland, kita diingatkan bahwa logika kekuasaan lama belum benar-benar usang. Perebutan ruang fisik masih menjadi orientasi banyak bangsa. Namun Denmark justru menempuh jalan berbeda sejak tahun 2024. Negara ini memilih kembali menguatkan buku teks sebagai fondasi pendidikan. Pilihan ini menegaskan bahwa peradaban sejati dibangun melalui pikiran, bukan penaklukan.

Dalam satu dekade terakhir, pendidikan global terlalu optimistis pada digitalisasi. Layar menggantikan halaman, dan kecepatan mengalahkan kedalaman. Informasi berlimpah, tetapi pemahaman justru menipis. Banyak peserta didik tahu banyak hal secara sepintas. Namun mereka kesulitan menalar secara runtut dan reflektif. Denmark membaca gejala ini sebagai masalah struktural. Maka sejak 2024, arah pendidikan mulai diluruskan kembali.

Membaca buku melatih konsentrasi jangka panjang secara alami. Otak manusia tidak dirancang untuk terus berpindah fokus. Buku memaksa pembaca bertahan dalam satu alur pemikiran. Proses ini membangun ketahanan atensi dan kesabaran intelektual. Konsentrasi adalah fondasi semua pembelajaran bermutu. Tanpa konsentrasi, ilmu hanya menjadi informasi lepas. Inilah alasan buku kembali dimuliakan.

Dari sudut pandang neurosains, membaca buku menguatkan memori jangka panjang. Informasi yang dibaca secara runtut lebih mudah disimpan otak. Buku membantu hippocampus menyusun ingatan secara terstruktur. Berbeda dengan informasi digital yang bersifat terpotong. Membaca buku membuat pengetahuan lebih melekat dan tahan lama. Inilah yang dibutuhkan dunia pendidikan hari ini. Bukan sekadar tahu, tetapi benar-benar memahami.

READ  Ketua LSM RI Banten Syarifudin Sebut Kebijakan Pemerintah Malah Menekan Rakyat Bukan Membantu  

Membaca buku juga memperkaya kosakata dan struktur bahasa. Bahasa adalah alat utama berpikir manusia. Semakin kaya kosakata, semakin tajam nalar seseorang. Buku menyediakan konteks makna yang utuh bagi bahasa. Kata hidup dalam gagasan dan pengalaman. Dari sinilah kemampuan berpikir abstrak tumbuh. Krisis membaca sejatinya adalah krisis berpikir.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Namun peradaban buku tidak berhenti pada aktivitas membaca. Ia harus dilanjutkan dengan budaya menulis. Menulis adalah proses mengolah bacaan menjadi pengetahuan baru. Di dalam menulis, gagasan diuji dan disistematisasi. Peradaban ilmu lahir dari teks yang ditulis. Tanpa menulis, ilmu akan mandek. Karena itu membaca dan menulis harus berjalan seiring.

Dalam konteks perguruan tinggi, peran dosen sangat menentukan. Dosen tidak cukup hanya menyampaikan materi di kelas. Ia harus menuliskan hasil riset dan pemikirannya. Hasil penelitian dosen idealnya dibukukan sebagai buku referensi. Buku menjadi warisan intelektual lintas generasi. Dari sinilah ilmu berkembang secara berkelanjutan. Peradaban ilmu tumbuh dari dosen yang menulis.

Peran guru tidak kalah strategis dalam peradaban buku. Guru adalah penghubung langsung ilmu dengan peserta didik. Karena itu guru tidak cukup hanya menggunakan buku yang tersedia. Guru perlu menulis buku daras untuk murid-muridnya sendiri. Buku tersebut disesuaikan dengan konteks lokal dan kebutuhan belajar. Dengan demikian pembelajaran menjadi lebih relevan. Guru yang menulis adalah guru yang berpikir.

Ketika dosen menulis buku referensi dan guru menulis buku ajar, ekosistem ilmu terbentuk. Ilmu mengalir dari kampus ke sekolah secara alami. Pengetahuan tidak berhenti di jurnal atau laporan penelitian. Ia hadir di ruang kelas dan kehidupan nyata. Inilah wajah peradaban yang berlawanan dengan logika pencaplokan wilayah. Greenland menjadi simbol perebutan ruang, sementara buku adalah simbol perebutan makna. Denmark membaca pentingnya pertempuran makna ini sejak 2024.

READ  Pemkot Cilegon Perketat Pengawasan Tambang, Dorong Penataan Infrastruktur Air

Kebijakan Denmark kembali ke buku teks tidak berarti anti-teknologi. Teknologi tetap digunakan secara proporsional. Namun buku ditempatkan sebagai fondasi pembelajaran. Teknologi berfungsi sebagai alat bantu berpikir. Bukan pengganti nalar manusia. Keseimbangan inilah yang ingin dipulihkan. Pendidikan modern memerlukan kebijaksanaan, bukan euforia.

Indonesia dapat belajar dari arah kebijakan tersebut. Gerakan menghidupkan peradaban buku harus dimulai dari kebijakan pendidikan. Guru dan dosen perlu diberi ruang untuk menulis. Waktu membaca harus dilindungi secara sistemik. Tanpa dukungan kebijakan, literasi hanya slogan. Budaya baca dan tulis tidak tumbuh spontan. Ia perlu dirawat dan diarahkan.

Perpustakaan harus kembali menjadi jantung sekolah dan kampus. Buku tidak boleh sekadar pajangan. Membaca harus menjadi kebiasaan, bukan paksaan. Menulis perlu dibiasakan sejak dini. Membaca membangun kedalaman berpikir. Menulis membangun keberlanjutan ilmu. Keduanya saling menguatkan peradaban.

Menghidupkan peradaban buku berarti menghidupkan peradaban ilmu. Buku mengajarkan manusia berpikir perlahan, runtut, dan mendalam. Di tengah dunia yang masih sibuk berebut wilayah dan sumber daya, buku menawarkan jalan sunyi namun menentukan. Sejak 2024, Denmark telah memberi contoh koreksi arah peradaban. Kini pilihan ada pada kita untuk meneguhkan jalan ilmu. Pada tahun 2026, FKIP UNTIRTA memberikan dukungan nyata bagi kelompok pakar dosen menulis buku referensi melalui kolaborasi riset bersama peneliti BRIN dan PTN lain, serta penulisan buku pelajaran bersama guru bersertifikat dari sekolah mitra. Dari sinilah peradaban buku diharapkan tumbuh berkelanjutan.***

Tags: Amerika SerikatDenmarkfondasi pendidikanGreenlandheadlineInformasi berlimpahpendidikan globalPeradaban besartradisi bacatulis
ShareTweetSend
Previous Post

Kinerja Meningkat, Pemprov Banten Raih Predikat AA Digitalisasi Arsip dan Indeks Pelayanan Publik Melesat ke Kategori A-

Next Post

Hari Gerakan Satu Juta Pohon dan HLHN, Gerakan ‘Banten Teduh,Tangerang Sejuk’ Tanam 5.000 Pohon

redaksi

redaksi

Related Posts

Inisiatif Menghidupkan Peradaban Buku
Opini

Muhammad dan Kontra Geopolitik Global

Januari 20, 2026
Inisiatif Menghidupkan Peradaban Buku
Opini

Muhammad Dalam Kesaksian Pemimpin Sezaman

Januari 19, 2026
Inisiatif Menghidupkan Peradaban Buku
Opini

Muhammad Dalam Kesaksian Ahli Kitab

Januari 18, 2026
Inisiatif Menghidupkan Peradaban Buku
Opini

Meniru Bahtera Peradaban Nabi Nuh

Januari 17, 2026
Tujuh Fundamental Kampus Berdampak Kelas Dunia
Opini

Mulia Bersama Al-Qur’an

Januari 6, 2026
Mengokohkan Mandat Ketua Partai pada “Pilkada Jalan Tengah” Didik J. Rachbini
Berita Utama

Mengokohkan Mandat Ketua Partai pada “Pilkada Jalan Tengah” Didik J. Rachbini

Januari 2, 2026
Next Post
Hari Gerakan Satu Juta Pohon dan HLHN, Gerakan ‘Banten Teduh,Tangerang Sejuk’ Tanam 5.000 Pohon

Hari Gerakan Satu Juta Pohon dan HLHN, Gerakan 'Banten Teduh,Tangerang Sejuk' Tanam 5.000 Pohon

Dukung Asta Cita Presiden, Gubernur Banten Andra Soni Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat di Banten

Dukung Asta Cita Presiden, Gubernur Banten Andra Soni Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat di Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rona Banten

Ronabanten.id adalah situ berita (Siber) yang akan mewarnai langit-langit media sosial melalui pemberitaan yang sesuai dengan kaidah-kaidah kode etik jurnalistik

Pos-pos Terbaru

  • Benahi Perpustakaan SD, Disdikbud Kabupaten Serang Bekali 707 Pengelola
  • Toko keempat Toserba Riana Collection Resmi Diluncurkan di Pabuaran, Hadirkan Beragam Kebutuhan Fashion Keluarga
  • DPR RI Dukung Pelebaran Jalan Serdang-Bojonegara Aspirasi Bupati Ratu Zakiyah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita Utama
  • Cilegon
  • Daerah
  • Ekbis
  • Gaya Hidup
  • Lebak
  • Nasional
  • Opini
  • Pandeglang
  • Pendidikan
  • Religi
  • Serang Raya
  • Sport
  • Tangerang Raya
  • Video
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Ikllan

Copyright © 2025 Ronabanten - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tangerang Raya
    • Serang Raya
    • Cilegon
    • Lebak
    • Pandeglang
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Advertorial
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sport

Copyright © 2025 Ronabanten - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In